
Berdasarkan pencarian beberapa periset sempat mengatakan jika sumber dari virus corona tipe baru atau novel Coronavirus (2019-nCoV) disangka kuat ialah ular tipe khusus. Walau demikian periset lain memiliki pendapat kemungkinan sumbernya ialah kelelawar.
Virus corona menebar pertama-tama di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Wabah ini lalu menyebar ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura Australia.
Dokter Peter Daszak, Presiden dari EcoHealth Alliance–sebuah organisasi nirlaba rumor kesehatan lingkungan–mengatakan memanglah belum jelas dapat pastikan sumber penebar virus ini.
“Saat Anda lihat posisi genetik virus serta mencocokkannya dengan tiap Coronavirus, karena itu yang paling dekati ialah datang dari kelelawar,”kata Peter Daszak yang bergelut selama 15 tahun di China pelajari perubahan penyakit dari hewan ke manusia.
Tetapi bila perkiraan itu benar, wabah itu akan masuk dengan virus serta penyakit lain yang pembawanya ialah kelelawar.
Seperti diambil New York Times, seekor kelelawar dapat jadi inang alami berbagai virus tanpa ada sedikitpun menanggung derita sakit. Mamalia bersayap ini awalnya jadi penampung beberapa virus seperti Marburg, Nipah serta Hendra yang menyebabkan penyakit wabah di Malaysia, Afrika, Bangladesh sampai Australia. Termasuk virus Ebola.
Sangkaan itu kuat ditambah riset yang dikeluarkan jurnal medis, Lancet. Profesor Guizhen Wu dari Pusat Pengaturan serta Mencegah Penyakit Tiongkok mengacu studi Lancet mengatakan data mereka selama ini berkelanjutan memperlihatkan virus corona ini dibawa oleh kelelawar.
Dua wabah karena virus corona yang terakhir berlangsung yaitu sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS) serta sindrom pernafasan kronis kronis (SARS) juga dibawa oleh kelelawar. Memang seringkali ada juga penghubung lain yang terjebak. Sama dengan wabah SARS pada 2003 yang dibawa kucing serta musang, sesaat MERS yang menyerang pada 2000-an dibawa oleh unta.
Mengenai untuk masalah virus Nipah–yang membuat beberapa tanda-tanda terhitung radang otak, pencarian temukan infeksi ini datang dari juice getah pohon kurma yang terkontaminasi urin atau air liur kelelawar. Kelelawar umumnya menempati di pohon-pohon yang getahnya diambil oleh masyarakat ditempat.
Bukti jika virus corona tipe baru itu terkait dengan kelelawar bukan penemuan yang mengagetkan. Seorang virolog dari Departemen Penyakit Menyebar Imperial College di London mengutarakan kelelawar diketahui jadi pembawa virus atau penyakit yang pantas diakui.
“Ini tidaklah heran buat pakar virus yang seringkali mengatasi virus yang dibawa kelelawar. Kelelawar diketahui jadi penular atau reservoir yang perlu serta mempunyai potensi kembali menimbulkan jadi zoonosis,” jelas Giotis.
Zoonosis adalah penyakit serta infeksi yang dengan alami dapat disebarkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Giotis selanjutnya menyangka, peluang dalam masalah ini sebagai pelakunya ialah kelelawar tapal kuda. Karena katanya, spesies tipe berikut yang biasanya ada di China.