
Wabah penyakit belum berhenti menyerang China. Belum selesai perjuangan untuk hentikan penebaran virus Corona Wuhan, wabah Flu Burung disampaikan berlangsung di propinsi Hunan, China.
China memberikan laporan wabah Flu Burung H5N1 yang benar-benar patogen dalam suatu perternakan di kota Shaoyang, propinsi Hunan selatan. Hal tersebut diutarakan oleh Kementerian Pertanian serta Pedesaan China.
Masalah itu berlangsung dalam suatu peternakan dengan 7.850 ayam, 4.500 salah satunya sudah mati sebab Flu Burung. Faksi berkuasa sudah menghancurkan 17.828 unggas sesudah wabah seperti diambil dari Kanal News Asia
China tidak sendirian dalam berusaha untuk hentikan penebaran virus ini. Awal minggu ini faksi berkuasa di India mulai menghancurkan ayam serta merusak telur yang diindikasikan memiliki kandungan virus Flu Burung. Sesaat strain yang tidak sama – virus H5N8 – sudah menebar ke semua Eropa timur dalam beberapa minggu paling akhir.
Wabah Flu Burung H7N9 pernah menyerang China pada tahun 2013 kemarin. Menurut beberapa ahli PBB, wabah itu memunculkan kerugian ekonomi sampai USD 6,5 miliar.
Wabah paling baru ini hadir saat China telah bergelut dengan virus Corona baru yang sudah menebar di penjuru dunia dengan episentrumnya di kota Wuhan di propinsi Hubei, China tengah.
Virus ini sudah tewaskan lebih dari 300 di China lebih dari 14.000 masalah di konfirmasi di negara itu.
Petinggi tinggi Partai Komunis di Wuhan, kota pusat berpenduduk 11 juta orang, mengatakan “penyesalan” di hari Jumat sebab pemerintah ditempat melakukan tindakan begitu lamban.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengatakan wabah itu jadi genting kesehatan global, tapi menjelaskan tidak mereferensikan penetapan perdagangan internasional atau perjalanan.
Penentuan status genting itu tidak lepas dari penebaran virus Corona Wuhan dengan global dimana ada masalah infeksi di lebih dari 20 negara.
Beberapa negara sudah berusaha untuk mengevakuasi masyarakat negara mereka dari Wuhan, dengan beberapa ratus masyarakat Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, Prancis, serta Korea Selatan dievakuasi selama ini, serta makin banyak negara yang berencana pengangkutan udara.