
Sejak ada akhir Desember 2019 lantas, wabah virus corona makin menebar. Bukan sekedar pada aliran pernafasan, untuk kali pertamanya 2019-nCov diketemukan di feses pria berumur 35 tahun, yang dirawat di Pusat Medis Regional Providence Everett di Washington.
Awalnya, ini nyatanya telah ditelaah oleh beberapa ilmuwan. Mereka memprediksi, virus corona sama juga dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang bisa diketemukan di usus atau aliran pencernaan.
“Virus SARS serta corona saling mengikat reseptor protein pada tubuh. Itu berlangsung dikeluarkan lewat paru-paru serta usus. Itu penyebabnya ke-2 organ itu dapat menebarkan virus itu,” kata Fang Li, seorang profesor pengetahuan kedokteran hewan serta biomedis di Kampus Minnesota yang diambil dari Bloomberg.
John Nicholls profesor patologi klinis di Kampus Hong Kong memprediksi penebaran virus corona lewat feses ini dikarenakan oleh toilet di China, yang biasanya tidak mempunyai penutup.
“Disamping itu, juga bisa menyebar dari rutinitas tidak membersihkan tangan dengan air serta sabun sesudah keluar dari kamar mandi,” kata Nicholls.
Menyikapi ini, wakil direktur jenderal Pusat Pengaturan serta Mencegah Penyakit China, Zi Jian Feng mengutarakan ada banyak masalah virus corona yang tidak menampakan tanda-tanda ciri khas. Gejalanya seperti demam, batuk, serta pneumonia.
“Konsentrasi awal untuk mengetahui pasien virus ini dengan demam serta pneumonia. Tetapi, kami saat ini pahami, jika ada banyak pasien yang kemungkinan alami tanda-tanda (virus) gastrointestinal sampai diare,” tuturnya.
Scott Lindquist, pakar epidemiologi negara untuk penyakit menyebar di Departemen Kesehatan Washington menjelaskan, ini jadi penemuan baru yang benar-benar menarik serta meningkatkan pengetahuan mengenai virus corona.