Ini Kata WHO Soal Antibiotik dan Bawang Putih Ampuh Lawan Virus Corona

Image result for obat virus corona bawang putih"

Merebaknya wabah Virus Corona tipe baru 2019-nCoV sudah dibarengi oleh “wabah info yang masif” demikian papar WHO di Jenewa, Swiss. Organisasi itu menjelaskan jika beberapa info mengenai Virus Corona baru memang benar terdapatnya, tetapi banyak pula yang tidak benar.

Membanjirnya info membuat beberapa orang susah memperbedakan mitos serta bukti sekitar Virus Corona, karenanya WHO mengeluarkan kampanye info media sosial seperti Facebook, Twitter, serta sosial media yang lain. Demikian seperti diambil dari DW Indonesia,

Pertanyaan yang dijawab WHO diantaranya misalnya: Apa antibiotik efisien menahan serta menyembuhkan Virus Corona baru ini?

Jawabnya: Tidak, antibiotik tidak kerja menantang virus, cuma menantang bakteri.

Pertanyaan yang banyak juga tersebar yakni apa mengonsumsi bawang putih menolong menantang Virus Corona? Jawabnya: Tidak ada bukti berkaitan ini.

Asap kembang api pun tidak menolong menantang patogen, catat WHO. Organisasi ini memperjelas jika penerimaan surat atau paket dari China tidak beresiko sebab virus tidak tahan lama di beberapa benda itu.

Di situs situs terpisah, WHO diantaranya merekomendasikan warga untuk membersihkan tangan dengan teratur, serta bila tangannya tidak kelihatan kotor. Jika bersin, tutup dengan saputangan atau kertas tisu serta buang ke tempat sampah yang tertutup. Jika tidak ada saputangan, lipat lengan serta bersin di lekukan siku lengan.

Pasien yang terinfeksi Virus Corona tipe baru diketemukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis serta Filipina. WHO sudah mengumumkan “Kondisi Genting Global” berkaitan virus ini.

Serta bila beberapa pakar beranggapan jika beberapa puluh ribu orang di China sudah terinveksi virus 2019-nCoV, jika dibanding dengan besarnya masyarakat China yang sampai 1,4 miliar, karena itu jumlahnya ini dipandang masih terhitung dapat diatasi.

Angka kematian yang tentu sekarang tidak bisa diukur dengan tentu. Selama ini dapat disebutkan angka kematian sekitar seputar dua % dari keseluruhan masalah orang yang terinfeksi.

Ini bermakna jika wabah virus corona 2019-nCoV tidak kurang beresiko jika dibanding dengan penyakit Sars serta Mers yang dikarenakan oleh virus corona.

Menurut angka sah, jumlahnya pasien penyakit Sars atau Severe acute respiratory syndrome yang menempa tahun 2002/2003 sampai 8096 orang. Minimal 774 dari mereka pada akhirnya wafat serta umumnya tinggal di China serta Hong Kong. Ini bermakna tingkat kematian karena wabah Sars sampai 9,5 %.

Sedang wabah Mers atau Middle East respiratory syndrome coronavirus menyerang keseluruhan 2.494 orang semenjak September 2012, serta 858 orang salah satunya wafat. Ini bermakna tingkat kematian karena Mers sampai 35 %.

Tetapi disamping itu, ada pula infeksi virus influenza yang tambah lebih umum dibanding Sars, Mers, serta 2019-nCoV. Menurut instansi riset pemerintah federal Jerman yang bertanggungjawab untuk pengaturan serta mencegah penyakit yakni Robert Koch Institute, dari seputar 82 juta masyarakat Jerman, tiap tahunnya ada seputar 2-14 juta orang yang terkena penyakit flu musiman.

Wabah flu terjelek di Jerman dalam beberapa waktu paling akhir berlangsung tahun 2017-2018 dengan seputar 25.000 korban jiwa. Di penjuru dunia, WHO memprediksi jika di antara 290.000 serta 650.000 orang wafat karena flu musiman tiap tahunnya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started