Taksi Online Tidak Angkut Penumpang Asia Akibat Isu Corona

Image result for virus corona menular uber"

Beberapa warga Amerika Serikat (AS) keturunan Asia disebutkan memperoleh tingkah laku diskriminasi dari taksi online Uber & Lyft karena timbulnya wabah virus corona.

Seorang pegawai Microsoft di Seattle, Eric Han akui dianya memperoleh diskriminasi dari supir Uber dikutip dari CNBC, Selasa (4/2).

Insiden itu berawal waktu Han masuk ke mobil taksi serta mendadak terbatuk batuk. Dalam keadaan itu Sopir taksi online menanyakan apa Han datang dari Cina? Han selanjutnya menjelaskan dia tidak datang dari China.

Pengemudi Uber itu menjelaskan batuknya itu ‘mungkin’ mengisyaratkan jika Han terjangkit virus corona.

“Saya tidak terinfeksi [virus corona]. Saya dari AS..

Han selanjutnya menjelaskan pengemudi itu menjawab, “apa saja yang Anda sebutkan.” Han menjelaskan ia tidak memberikan laporan tingkah laku pengemudi ke Uber pada dianya, sebab tidak ingin memusingkan.

“Saya bukan orang yang gampang tersinggung jadi saya tidak geram, cuma ketawa kecil seperti ‘wow, ini betul-betul terjadi’,” tutur Han.

Beberapa minggu awalnya, Han mengatakan jika ia disuruh oleh sekumpulan orang asing di pusat kota Seattle untuk ‘kembali ke tanah airnya’.

Diskriminasi tidak cuma dirasakan oleh Han, seorang masyarakat AS keturunan China, Lilian Wang menceritakan jika pengemudi Lyft menampik untuk buka pintu mobil di Lapangan terbang San Fransisco.

Wang menjelaskan pengemudi baru membolehkan dianya masuk sesudah seorang rekanan kerja Kaukasia,

Sesudah duduk, Wang langsung diberi pertanyaan apa dia serta partnernya baru kembali dari China. Schoolov selanjutnya menjawab jika mereka barusan kembali dari Meksiko.

“Oke, jadi bukan China,” jawab sopir itu.

Pengemudi selanjutnya menjelaskan jika dianya diberitahu untuk waspada, serta menampik keinginan naik dari beberapa orang dengan nama yang ‘berbau’ China.

Tidak berapakah selanjutnya, Schoolov juga melayangkan keluhan ke perusahaan Lyft. Sesudah mendaftar keluhan, Schoolov terima telephone dari perwakilan Lyft yang memberitahu jika pengemudi yang disampaikan sudah dikeluarkan.

Tidak cuma di Amerika Serikat, seorang penumpang Uber di London, Myeonghoon Han alami aksi diskriminasi. Waktu pengemudi datang di tempat penjemputan, pengemudi langsung mengangkat tangan yang memperlihatkan jika dia tidak ingin Han masuk ke mobilnya.
Han serta teman-temannya yang datang dari Korea selanjutnya akui jika mereka bukan orang China. Han menjelaskan sikap pengemudi selanjutnya beralih mencolok, pengemudi selanjutnya ingin mengantar mereka ke tempat arah.

Salah satunya anggota group Facebook dengan anggota lebih dari 12 ribu pengemudi Lyft serta Uber mencatat jika minimal 5 posting /hari yang mengulas masalah virus. Anggota group yang share tangkapan monitor dengan CNBC, menjelaskan jika banyak pengemudi yang tidak mau ambil penumpang keturunan Asia.

CNBC selanjutnya temukan lusinan cuitan di Twitter yang mengulas jika mereka tidak mau satu mobil dengan orang yang mempunyai perawakan orang Asia.

Respon Lyft serta Uber

Jubir Lyft, Dana Davis menjelaskan dalam satu pengakuan jika tiap dakwaan diskriminasi diperlakukan dengan benar-benar serius.

Davis memberikan tambahan jika Lyft memonitor kabar berita mengenai wabah global virus corona dengan jeli, serta ikuti panduan dari beberapa ahli kesehatan warga internasional serta domestik.

“Prioritas kami untuk jaga pengendara, pengemudi serta karyawan kami aman, dengan masalah sesedikit kemungkinan. Kami selalu menilai kondisi waktu tersingkap, serta mendasarkan kebijaksanaan serta referensi kami pada tutorial sah,” tutur Davis.

Di lain sisi, Uber mengacu pada dasar yang perlu diikuti oleh pengemudi. Dasar minta pengemudi untuk menggerakkan hubungan positif dengan penumpang.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started