
Pemerintah terus lakukan usaha untuk menahan masuknya virus corona yang datang dari Wuhan, China ke Indonesia. Diantaranya, dengan keluarkan larangan mengimpor hewan hidup dari China.
Larangan import ini diambil untuk menghadapi penebaran virus corona dari hewan. Masalahnya penebaran virus yang tewaskan beberapa ratus orang di China itu disangka tidak cuma lewat manusia saja tetapi hewan.
“Berkaitan Kementerian Perdagangan sebab dikatakan cara transmisi penyakit lewat human to human serta wild animal, kebijaksanaan pemerintah melarang import live animal dari Tiongkok,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat.
Pemerintah, katanya, akan mengembalikkan hewan yang sekarang dalam proses pengiriman dari China ke Indonesia. Kebijaksanaan ini cuma berlaku untuk hewan saja, sesaat import barang, produk holtikultura, sampai buah-buahan masih dibolehkan.
Perdagangan barang sebab tidak berkaitan dengan penyebaran, karena itu perdagangan selalu bersambung serta termasuk juga holtikultura seperti bawang putih serta buah-buahan,” jelas Airlangga.
Awalnya, Menteri Kelautan serta Perikanan, Edhy Prabowo, tutup sesaat import produk ikan dari China untuk menghadapi menyebarnya virus Corona ke Indonesia.
Ketetapan moratorium import produk China, menurut dia, lumrah untuk kebutuhan keamanan masyarakat Indonesia.
“Sesaat kita sedang mencatat selama ini belumlah ada permasalahan,” tutur Menteri Edhy pada mass media waktu didapati dalam acara Rapat Kerja Pengawas (Rakerwas) di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan serta Perikanan, Jakarta.
Disamping itu, faksi kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP) telah membuat unit pekerjaan (Satgas) untuk menguatkan pengawasan pada izin beberapa produk import dari daerah asal virus corona. Sekarang ada 10 pintu masuk import produk ikan.