
Tanda-tanda yang dirasakan oleh beberapa pasien pertama di Wuhan, Tiongkok, awalannya dihubungkan dengan pneumonia, sampai otoritas kesehatan ditempat pada akhirnya arahkan penyelidikan pada infeksi novel coronavirus.
Sekarang, cuma CDC yang berkuasa lakukan pengujian untuk memutuskan analisis pada novel coronavirus. Bila ada sangkaan infeksi novel coronavirus di satu negara, negara itu harus ambil sampel virus dari pasien serta mengirimkannya ke CDC.
Namun, tidak semua pasien harus jalani penyelidikan. Sebelum ambil sampel virus, otoritas kesehatan tiap negara butuh pastikan jika pasien itu penuhi persyaratan yang dipastikan oleh CDC.
Persyaratan pasien novel coronavirus yang penting jalani analisis disaksikan dari tanda-tanda yang ada serta unsur risikonya, yaitu:
Persyaratan pertama
Pasien alami demam serta tanda-tanda masalah pernafasan bawah seperti batuk serta sesak napas. Kata ‘dan’ memberikan makna jika pasien sudah alami ke-2 keadaan itu sekaligus juga.
Sepanjang 14 hari sebelum tanda-tanda ada, pasien sempat juga melancong ke kota Wuhan. Atau, dia pernah lakukan kontak dekat sama orang yang disangka terinfeksi novel coronavirus serta sedang menanti hasil analisis.
Persyaratan ke-2
Pasien alami demam atau tanda-tanda masalah pernafasan bawah seperti batuk serta sesak napas. Ini bermakna bila pasien alami salah satunya keadaan berikut, dia telah masuk persyaratan untuk jalani penyelidikan.
Sepanjang 14 hari paling akhir, pasien sempat juga lakukan kontak dekat sama pasien yang telah mendapatkan analisis terinfeksi novel coronavirus.
Ke-2 persyaratan itu dipakai jadi tutorial dalam memandang keadaan pasien. Departemen kesehatan warga setiap negara butuh lakukan penyelidikan dengan cermat, khususnya jika pasien tidak percaya pernah terkena coronavirus atau melancong ke daerah rawan di Tiongkok.
Cara analisis novel coronavirus
Sesudah pastikan tanda-tanda, persyaratan, serta kisah perjalanan pasien, serangkaian proses analisis diawali dengan ambil sampel novel coronavirus dari cairan badan pasien. CDC memberi tutorial pemungutan sampel buat tenaga kesehatan dengan langkah berikut:
- Ambil sampel dari aliran pernafasan
Pemungutan sampel dari aliran pernafasan terbagi dalam dua sisi, yaitu dari aliran pernafasan atas serta aliran pernafasan bawah.
Aliran pernafasan atas
Tenaga kesehatan akan ambil sampel virus dengan dua langkah. Langkah awal ialah kumpulkan lendir sekitar 2-3 mL dari hidung. Sampel lendir lantas disimpan dalam suhu 2-8 derajat celsius sebelum dikirim.
Langkah ke-2 yaitu tes apus memakai swab. Swab ialah alat pengambil sampel yang berupa seperti cotton bud. Tenaga kesehatan akan ambil sampel lendir dari lubang hidung serta langit-langit mulut.
Aliran pernafasan bawah
Mekanisme analisis pada novel coronavirus harus juga menyertakan pemungutan sampel dari aliran pernafasan bawah. Seperti mekanisme sebelumya, pemungutan sampel dikerjakan dengan dua langkah.
Langkah awal ialah kumpulkan lendir sekitar 2-3 mL dari bronkus serta alveolus. Tenaga kesehatan akan memakai alat spesial untuk ambil sampel, lantas menyimpannya dalam suhu 2-8 derajat celsius sebelum dikirim.
Langkah ke-2 ialah pengumpulan dahak. Pasien akan disuruh untuk berkumur dengan air, lantas batuk seringkali sampai dahak keluar. Sampel novel coronavirus lantas disimpan dalam suhu 2-8 derajat sebelum dikirim ke CDC untuk proses analisis.
- Ambil sampel serum darah
flebotomi ialah
Serum adalah sisi cair darah yang tidak memiliki kandungan beberapa sel darah. Sampel serum darah dipakai untuk proses analisis novel coronavirus sebab bisa memvisualisasikan tingkat keparahan virus ini.
Langkah mendapatkan sampel serum tidak seperti pemungutan darah. Tenaga medis harus ambil sampel darah lebih dulu, lantas memisahkannya dengan tabung pemisah serum.
Berikut sampel darah yang dibutuhkan untuk analisis novel coronavirus:
Beberapa anak serta orang dewasa: 5-10 mL darah
Bayi: minimal 1 mL darah
Sampel darah yang sudah diambil akan disimpan dalam tabung spesial. Tabung-tabung berisi sampel lantas melalui proses pembelahan sepanjang 10 menit sampai didapat serum. Serum yang disangka memiliki kandungan novel coronavirus selanjutnya disimpan dalam suhu 2-8 derajat celsius sebelum dikirim ke CDC untuk proses analisis.
Sampel dari pasien yang memperlihatkan tanda-tanda dan persyaratan novel coronavirus harus disimpan, dikemas, lantas dikirim ke CDC. CDC selanjutnya akan lakukan pengujian laboratorium pada sampel itu.
Bila hasil analisis positif, pasien terinfeksi novel coronavirus akan jalani isolasi serta penyembuhan intens. Perlakuan dikerjakan dengan lihat tanda-tanda awal yang dirasakan oleh pasien.
Pasien peluang akan diberi obat pereda demam lebih dulu. Bila pasien alami batuk, dokter akan memberi obat-obatan untuk menurunkan tanda-tanda itu.
Proses analisis kemungkinan bukan sekedar memperlihatkan infeksi novel coronavirus, dan juga penyakit lain. Pada keadaan semacam ini, tenaga kesehatan yang berkuasa akan memberi penyembuhan penambahan untuk mengobati penyakit itu.