
Kepala Ilmuwan Kesehatan dari Departemen Kesehatan Singapura, Profesor Tan Chorh Chuan menerangkan cara-cara simpel supaya terlepas dari virus corona baru–2019-nCoV.
Tidak hanya membersihkan tangan serta bersihkan permukaan, katanya, orang butuh mematikan AC, menyalakan kipas angin, serta memperoleh udara fresh.
Menurut Chuan, untuk sesaat banyak yang tidak didapati mengenai virus yang bermula dari Wuhan, Cina itu. “Riset awalnya memperlihatkan jika virus bertumbuh lebih baik di iklim yang sejuk serta kering. Sedang Singapura cuacanya panas, kurang aman buat virus untuk bertumbuh,” katanya, seperti dikuti Straits Times, Senin, 10 Februari 2020.
Di Singapura serta negara sekelilingnya, peluang persistensi virus di luar rumah lebih rendah. Chuan, satu diantara delapan ahli penyakit menyebar di Singapura, ada pada pertemuan wartawan untuk memberitahu mengenai apa yang dikerjakan untuk melawan virus, dari bagian sains serta kesehatan.
Ia menjelaskan banyak riset sudah dikerjakan mengenai berapakah lama virus bertahan di permukaan sesudah pecahnya sindrom pernafasan kronis (SARS) pada tahun 2003 kemarin.
“Sejumlah besar studi memperlihatkan mereka tidak bertahan secara baik di lingkungan yang panas serta lembab,” kata Chuan. “Panas serta lembab berarti lebih dari 30 derajat C, serta dengan tingkat kelembapan lebih dari 80 %.”
Professor Hsu Li Yang, ketua program penyakit menyebar di Kampus Nasional Singapura (NUS), Saw Swee Hock School, menjelaskan: “Pendingin ruang ialah suatu hal yang tidak bisa menolong di Singapura, khususnya sepanjang musim panas. Tetapi ruangan tertutup, yang tidak lembab serta dingin, dapat menolong menebarkan penyakit pernafasan.”
Beberapa pakar merekomendasikan jika langkah lain untuk kurangi penebaran penyakit itu dengan jaga jendela serta pintu masih terbuka untuk ventilasi ruang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam dokumen yang menguraikan bagaimana menahan virus corona menginfeksi, korban harus diatasi di kamar yang berventilasi baik.
Profesor Wang Linfa, direktur untuk program dalam penyakit menyebar NUS, menjelaskan cahaya ultra violet serta panas dari matahari bisa membunuh virus itu. “Bila Anda dapat tinggal dibawah matahari untuk sesaat waktu, itu akan baik,” imbuhnya. “Vitamin D dapat tingkatkan skema kebal badan.”