
Sesaat vaksin serta obat belum diketemukan, lembaga-lembaga kesehatan menggiatkan langkah untuk menahan infeksi penyebaran virus corona Wuhan, yaitu dengan tetap membersihkan tangan. Tetapi, riset memperlihatkan cuma seputar 70% orang yang membersihkan tangan sesudah pergi ke toilet.
“Sedang 30% yang lain tidak serta cuma 50% yang mengerjakannya secara benar,” tutur fisikawan serta ilmuwan data Christos Nicolaides dari University of Cyprus serta MIT, seperti dikutip Science Alert, Senin (11/2).
Walau sebenarnya, penyakit menyebar yang sekarang tengah tersebar bisa menyusut dengan menegangkan, bila tiap orang perduli untuk jaga kebersihan tangan secara baik. Berdasar riset yang dilakukan, Nicolaides mengutarakan langkah penyebaran virus yang cepat menebar ke penjuru dunia dikarenakan oleh perjalanan udara.
Penebaran lewat udara, katanya, berkekuatan untuk mengubah epidemi jadi pandemi secara cepat. Riset awalnya memperlihatkan minimal, satu diantara lima orang di lapangan terbang mempunyai tangan yang bersih setiap waktu. Berarti, mereka sudah membersihkan tangan mereka dengan sabun serta air, minimal sepanjang 15 detik, pada sebuah jam paling akhir.
Ini adalah permasalahan yang lumayan besar, mengingat jumlahnya hal yang disentuh orang dengan tangan mereka di lingkungan lapangan terbang. Dengan memakai pemodelan epidemiologi serta simulasi Monte Carlo, beberapa periset mengutarakan penyebaran infeksi dengan relevan bisa di turunkan.
Triknya dengan tingkatkan jumlahnya orang dengan tangan bersih di lapangan terbang, karena itu dapat mempunyai potensi turunkan peluang epidemi menjadi pandemi, terhitung dalam masalah virus corona.
“Hasil simulasi memperlihatkan, bila kami bisa tingkatkan tingkat kebersihan tangan di semua lapangan terbang di dunia dari 20% jadi 30%, karena itu kekuatan penyakit menyebar di dunia akan mempunyai efek seputar 24% lebih kecil,” papar beberapa penulis.
Disamping itu, bila kebersihan tangan dengan membersihkan tangan, di semua lapangan terbang dunia bertambah sampai 60%, karenanya akan kurangi 69% efek dari kekuatan penebaran penyakit. Tetapi, beberapa periset mengaku masalah yang ditemui beberapa orang ialah permasalahan kepraktisan serta ongkos, hingga tidak gampang mengaplikasikan penambahan kebersihan tangan di semua lapangan terbang.
Tapi riset ini lihat dampak hipotetis dari tingkatkan kebersihan tangan di cuma 10 lapangan terbang penting di dunia untuk kurangi penyebaran infeksi. Serta bila membersihkan tangan cuma bertambah di 10 tempat itu, penebaran penyakit akan menyusut dengan relevan, dari 45% jadi 37%.
Meskipun mempunyai banyak masalah serta terbatasnya, beberapa periset mengharap penemuan mereka bisa menggerakkan otoritas kesehatan serta pembuat ketetapan untuk memperhitungkan masalah cuma tingkatkan promo membersihkan tangan di lapangan terbang. “(Itu) bisa menolong menahan infeksi dalam daerah geografis terbatas sepanjang hari-hari awal wabah, menghalangi ekspansi jadi pandemi,” kata beberapa periset.
Periset mengutamakan utamanya keterkaitan masyarakat dengan kebersihan tangan yang pas. Hingga, dapat jadi jalan keluar simpel serta efisien untuk menahan penyebaran infeksi virus corona dan kurangi efek pandemi global besar.