
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan virus corona yang datang dari Wuhan, China, lebih beresiko dari serangan teroris.
Pengakuan itu dikatakan dengan cara langsung oleh pimpinan WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Selasa (11/2/2020).
“Virus bisa mempunyai resiko yang lebih kuat dibanding aksi teroris apa saja.
Pengakuan itu dikeluarkannya saat penebaran virus corona semakin tidak teratasi. Virus yang seperti SARS itu sekarang . Dari keseluruhan itu, lebih dari 42.000 korban terinfeksi ada di China.
Dalam soal penebaran, virus yang sudah tewaskan lebih dari 1.100 orang per Rabu ini, sudah menjangkiti minimal 26 negara semenjak diketemukan pada Desember di Wuhan.
WHO sendiri sudah mengatakan wabah virus corona jadi genting global di akhir Januari lantas karena luasnya penebaran serta parahnya efek yang dikarenakan virus ini.
Sebelum bicara pada wartawan, Tedros hadiri pertemuan internasional pertama mengenai melawan virus di hari Selasa awalnya. Dalam peluang itu, Tedros menjelaskan pada beberapa ilmuwan jika virus corona ialah “intimidasi yang benar-benar serius”.
Pertemuan yang didatangi seputar 400 ilmuwan itu diselenggarakan sepanjang dua hari di Jenewa, Swiss. Beberapa ilmuwan itu bergabung untuk mempelajari sumber virus corona serta bagaimanakah cara penularannya. Mereka mengusahakan penemuan vaksin yang dapat menahan penyebaran.
“Kami bukanlah tidak berkapasitas. “Bila kita berinvestasi saat ini, kita mempunyai kesempatan yang sesuai kenyataan untuk hentikan wabah ini.