
Masih ada pro-kontra sekitar pemakaian masker membuat perlindungan diri dari intimidasi infeksi virus corona. Walaupun demikian, rumor ini masih membuat harga produk kesehatan itu melompat sebab banyak dicari.
Berkaitan ini, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menjelaskan sebenarnya, bukan penggunaan masker yang dapat membuat perlindungan satu orang dari infeksi virus corona, tetapi membersihkan tangan.
Yang paling baru, Singapura itu membuat launching mencegah pada warga, nomor satu bukan masker tetapi bagaimana bersihkan tangan sekerap kemungkinan
beberapa analisa dari negara terjangkit temukan jika satu orang dapat terinfeksi selesai mereka beraktivitas seperti mengucek-ucek mata atau sentuh hidung serta mulut selesai menggenggam sarana yang ada virus aktif.
“Hingga mereka merekomendasikan sekerap kemungkinan membersihkan tangan sebelum menggenggam mulut. Ditambah lagi orang Indonesia yang menyukai makan gunakan tangan. Ini harus benar-benar bersihkan tangan
sebenarnya saat virus corona di ada di luar inangnya serta terserang panas, mereka akan mati. Ini didapatkan dari penemuan waktu masalah SARS.
“Jika dari data SARS, virus corona SARS itu dapat bertahan seputar dua hari. Tetapi jika di pemanasan, umumnya cepat mati,” katanya.
PDPI merekomendasikan, cuci tangan dengan teratur sebelum menggenggam mulut, hidung, serta mata, dan sesudah menggenggam instalasi publik. Disamping itu, pakai air mengalir serta sabun cair sepanjang 20 detik.
Cucilah dengan air serta keringkan dengan handuk atau kertas sekali gunakan. Tetapi, jika tidak mempunyai sarana bersihkan tangan, pakai cairan pembersih seperti hand sanitizer yang memiliki kandungan 70 sampai 80 % alkohol.