
Kematian Ashraf Sinclair yang tiba-tiba karena serangan jantung di umur 40 tahun membuat orang bertanya-tanya, bagaimana sebetulnya awal penyakit jantung itu sampai dapat memunculkan serangan yang mematikan.
Banyak yang menyebutkan jika tanda-tanda awalannya seperti gastroesophageal reflux disease alias GERD.yang oleh orang pemula seringkali disebutkan maag.
Diambil dari Medical News, ngilu pada dada salah satu tanda-tanda serangan jantung. Meski begitu tanda-tanda ini dapat juga berlangsung pada GERD.
Gejalanya, jantung yang merasa terbakar karena asam lambung naik sampai kerongkongan (esofagus) serta menyebabkan infeksi.
Sebabnya dapat beberapa hal, contohnya konsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi lemak serta pedas.
Walau demikian, GERD serta serangan jantung ialah dua hal tidak sama. Serangan jantung ialah keadaan dimana saluran darah ke otot jantung, terhalang.
Sesaat GERD ialah keadaan saat asam lambung naik ke kerongkongan, serta salah satunya tanda-tanda dari ke-2 masalah kesehatan itu ialah ngilu dada.
Tetapi ngilu dada waktu asam lambung naik diikuti dengan rasa mulas. Serta terkadang ada sensasi terbakar yang menyakitkan di bagian tengah dada atau pas di belakang tulang dada.
GERD dapat dirasakan oleh pasien penyakit jantung atau dengan keadaan sehat.
Yang membuat tanda-tanda dua keadaan itu susah dibedakan sebab kenyataannya sarang di perut serta jantung tidak kirim signal sakit yang pasti pada otak.
Hal itu membuat otak kesusahan mendeskripsikan rasa sakit itu.
“Ini sebagai permasalahan riil waktu menganalisis. Kenyataannya, seputar 1/2 dari pasien yang memperoleh serangan jantung, cuma alami sedikit tanda-tanda ciri khas atau serta tidak benar-benar,” tutur spesialis jantung, Stephen Kopecky, MD dari Baltimore Naval Hospital di Amerika Serikat.
Menurut National Institute Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, seorang yang alami asam lambung lebih dari 2x dalam satu pekan mempunyai potensi terserang GERD.
Tanda-tanda lain dari asam lambung serta GERD ini ialah rasa asam atau tidak enak di mulut, berbau mulut, kerusakan gigi, kesusahan menelan, mual serta muntah, sampai bernada serak.
Kopecky menerangkan ada kunci yang tentu dalam memperbedakan keluhan dua keadaan itu.
Pertama, bila permasalahannya terkait dengan jantung, ruang jantung akan berasa seperti didesak, lebih kencang, serta terbakar.
Ngilu akan berasa jika selesai jalani olahraga atau tengah alami depresi berat.
Ngilu akan menyebar ke pungung, leher, lengan serta rahang dibarengi keringat, pusing, mual, sesak atau nadi tidak teratur. Tetapi waktu ngilu tidak lama cuma seputar 5-10 menit.
Bila GERD berlangsung, rasa ngilu semakin lebih tajam pada dada bila baru mengomsumsi makanan berlemak atau pedas serta akan menyusut atau makin bertambah waktu beralih urutan.
Umumnya bertambah ngilu bila badan dalam urutan tidur.
Keluhan ciri khas yang lain yakni mulut akan berasa asam karena terdapatnya asam lambung yang naik.
Sedang ngilu dada pada serangan jantung, biasanya rasa sakit itu dirasa di bagian tengah atau kiri dada. Umumnya rasa ngilu ini muncul serta terbenam.
Tapi satu kali lagi Kopecky menjelaskan, tidak kebanyakan orang yang alami serangan jantung alami tanda-tanda ngilu dada.
Tanda-tanda serangan jantung dapat benar-benar beragam pada semasing orang. Dapat perlahan-lahan, dapat juga benar-benar mendadak.
Tanda-tanda lain itu diantaranya perasaan penuh, sesak, tertekan, atau sakit dibagian tengah dada, serta pusing.
Ada ngilu menyebar ke pundak, leher, rahang, atau lengan, sesak napas, keringat dingin, serta rasa lemah yang tidak dapat diterangkan.
Selekasnya hubungi dokter jika merasai satu atau lebih beberapa gejala di atas.