Ini Masker Selain N95 Untuk Tangkal Virus Corona

Image result for Masker tipe N95"

Masker tipe N95 sedang banyak dicari ditengah-tengah rumor wabah virus corona tipe baru atau novel Corona virus (2019-nCoV). Di Indonesia sampai sekarang memang belumlah ada masalah virus corona yang terkonfirmasi atau masih negatif. Walau demikian, beberapa orang pilih menghadapi diantaranya dengan kenakan masker tipe N95.

Serta menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih, tersedianya masker N95 diberitakan habis.

“Kami telah menggerakkan pabriknya untuk menghasilkan. Sebab kemungkinan tidak cuma keinginan di (Indonesia) ya, kemungkinan teman-teman di China meminta dikirim. Jadi kekurangan ini bukanlah semata-mata sebab penggunaan di Indonesia,” papar Daeng waktu didapati di kantor Sekretariat PB IDI, Jakarta Pusat, Jumat (31/1)

“Harapannya ya minimal BUMN lah yang menghasilkan ini, khususnya yang farma farma itu. Didorong untuk tingkatkan atau meningkatkan produksinya, ini sebab keinginan sedang banyak,” lebih ia .

api betulkah masker N95 ialah salah satu yang ampuh?

Daeng selanjutnya menerangkan, masker memiliki bahan kertas itu memang dapat menangkis berbagai virus. Tetapi untuk virus corona serta dalam kerangka masalah di Indonesia, masker bedah juga cukup sudah. Seandainya, digunakan dengan pas.

N95 malah perlu digunakan oleh petugas medis. Sebab umumnya petugas kesehatan akan lakukan kontak langsung serta intensif dengan pasien. Penggunaan N95 pada seorang umumnya salah-salah malah menyebabkan kesusahan bernapas.

“Jika kita ada di negara yang kasusnya banyak, atau di lingkungan high populated, jadi crowded, bisa saja memakai N95,” papar Diah.

“Hanya ini, prinsip pemakaian masker sebetulnya baik itu masker biasa atau masker N95 itu kan kepatuhan serta dapat memakai secara baik. Sebab N95 itu kan pengap sekali lho, [bisa jadi] malah tidak efisien jika kita salah buat,” lanjut ia .

masker bedah atau N95, keduanya harus dipakai dengan pas. Katanya, ada tata langkah pemakaian masker yang sejauh ini acap diacuhkan. Mengenai tehnik pemakaian masker secara benar:

  1. Sediakan masker serta pasang pas dibagian muka.
  2. Yakinkan masker tutupi hidung serta mulut. Bila memakai masker bedah, bagian luar ialah yang berwarna hijau atau biru. Sedang bagian dalam ialah sisi yang berwarna putih. Masker ini telah diperlengkapi dengan tiga susunan.
  3. Pasang tali masker, didahului dengan sisi atas lalu diikuti sisi bawah.
  4. Kerjakan fiksasi dengan pastikan sisi yang keras melekat pada hidung. Optimis masker yang Anda gunakan benar-benar rapat serta tidak tersisa lubang.
  5. Jangan mencopot-pakai masker. Ingat kepatuhan penggunaan.

Waktu buka juga, Anda harus sentuh tali masker. Janganlah sampai sentuh sisi depan masker sebab di situlah letak kuman, virus atau bakteri ada. Selesai dilepaskan juga masker harus langsung dibuang.
Sesaat Ketua Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih menjelaskan tingkat fatalitas serta masalah kematian karena virus corona masih termasuk rendah jika dibanding wabah SARS. Hingga dia juga menyarankan supaya publik tidak butuh cemas walau harus tetap siaga.

“Corona ini kan tingkat keganasannya tidak. Jadi jangan begitu cemas, jangan cemas, tetapi kesiagaan itu harus tetap kita menjaga,” katanya.

Sebenarnya yang paling penting untuk menghadapi virus ini ialah jaga kebal serta ketahanan badan. Ini dapat dikerjakan minimal lewat tiga hal yaitu istirahat seperlunya, melakukan aktivitas atau olah raga sesuai dengan keperluan serta, mendapatkan konsumsi gizi yang cukup.
Sebab virus itu pada hakekatnya dapat mati sendiri asal badan kita masih fit,” lanjut ia.

Daeng mengutamakan aplikasi tingkah laku hidup bersih serta sehat. Diantaranya dengan melatih membersihkan tangan dengan sabun–yang memiliki kandungan antiseptik.

Ini Bahaya Virus Pada Kelelawar, dari Ebola Hingga Corona

Image result for coronavirus kelelawar"

Berdasarkan pencarian beberapa periset sempat mengatakan jika sumber dari virus corona tipe baru atau novel Coronavirus (2019-nCoV) disangka kuat ialah ular tipe khusus. Walau demikian periset lain memiliki pendapat kemungkinan sumbernya ialah kelelawar.

Virus corona menebar pertama-tama di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Wabah ini lalu menyebar ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura Australia.

Dokter Peter Daszak, Presiden dari EcoHealth Alliance–sebuah organisasi nirlaba rumor kesehatan lingkungan–mengatakan memanglah belum jelas dapat pastikan sumber penebar virus ini.

“Saat Anda lihat posisi genetik virus serta mencocokkannya dengan tiap Coronavirus, karena itu yang paling dekati ialah datang dari kelelawar,”kata Peter Daszak yang bergelut selama 15 tahun di China pelajari perubahan penyakit dari hewan ke manusia.

Tetapi bila perkiraan itu benar, wabah itu akan masuk dengan virus serta penyakit lain yang pembawanya ialah kelelawar.

Seperti diambil New York Times, seekor kelelawar dapat jadi inang alami berbagai virus tanpa ada sedikitpun menanggung derita sakit. Mamalia bersayap ini awalnya jadi penampung beberapa virus seperti Marburg, Nipah serta Hendra yang menyebabkan penyakit wabah di Malaysia, Afrika, Bangladesh sampai Australia. Termasuk virus Ebola.

Sangkaan itu kuat ditambah riset yang dikeluarkan jurnal medis, Lancet. Profesor Guizhen Wu dari Pusat Pengaturan serta Mencegah Penyakit Tiongkok mengacu studi Lancet mengatakan data mereka selama ini berkelanjutan memperlihatkan virus corona ini dibawa oleh kelelawar.

Dua wabah karena virus corona yang terakhir berlangsung yaitu sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS) serta sindrom pernafasan kronis kronis (SARS) juga dibawa oleh kelelawar. Memang seringkali ada juga penghubung lain yang terjebak. Sama dengan wabah SARS pada 2003 yang dibawa kucing serta musang, sesaat MERS yang menyerang pada 2000-an dibawa oleh unta.

Mengenai untuk masalah virus Nipah–yang membuat beberapa tanda-tanda terhitung radang otak, pencarian temukan infeksi ini datang dari juice getah pohon kurma yang terkontaminasi urin atau air liur kelelawar. Kelelawar umumnya menempati di pohon-pohon yang getahnya diambil oleh masyarakat ditempat.

Bukti jika virus corona tipe baru itu terkait dengan kelelawar bukan penemuan yang mengagetkan. Seorang virolog dari Departemen Penyakit Menyebar Imperial College di London mengutarakan kelelawar diketahui jadi pembawa virus atau penyakit yang pantas diakui.

“Ini tidaklah heran buat pakar virus yang seringkali mengatasi virus yang dibawa kelelawar. Kelelawar diketahui jadi penular atau reservoir yang perlu serta mempunyai potensi kembali menimbulkan jadi zoonosis,” jelas Giotis.

Zoonosis adalah penyakit serta infeksi yang dengan alami dapat disebarkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Giotis selanjutnya menyangka, peluang dalam masalah ini sebagai pelakunya ialah kelelawar tapal kuda. Karena katanya, spesies tipe berikut yang biasanya ada di China.

Waspada, Virus Corona Dapat Menular Meski Tidak Ada Gejala!

Image result for coronavirus"

Kepala Institut Nasional Alergi serta Penyakit Menyebar (NIAID) Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci menjelaskan, beberapa orang bisa menebarkan virus corona Wuhan sebelum gejalanya ada. Hal tersebut dikatakannya berdasar satu studi baru di Jerman yang dipbulikasikan pada Kamis (30/1). Periset Jerman temukan virus corona disebarkan beberapa orang tanpa ada tanda-tanda dalam lima insiden pada satu barisan orang. Dari orangtua ke anak wanita, dari anak wanita itu ke dua rekanan kerjanya, serta dari salah satunya mitra itu ke dua rekanan kerja yang lain. “Tidak ada kebimbangan sesudah membaca makalah ini jika penyebaran asimptomatik (tanpa ada tanda-tanda) sedang berlangsung,” tutur Anthony dikutip CNN.

Hampir satu minggu, petinggi kesehatan Amerika Serikat (AS) berdebat apa satu orang bisa menebarkan virus corona selama saat inkubasi, saat mereka terinfeksi tapi belum sakit. Awalnya, Menteri Kesehatan China menjelaskan, virus bisa menebar tanpa ada tanda-tanda, tapi otoritas AS sangsi sebab otoritas kesehatan China tidak memberi bukti. Pertanyaannya penting, sebab saat penyebaran tanpa ada tanda-tanda berlangsung, petinggi kadang butuh melembagakan beberapa langkah pengaturan yang lebih menegangkan, seperti karantina yang lebih ketat. Virus corona Wuhan pertama-tama diidentifikasi di China pada Desember 2019, sudah tewaskan lebih dari 200 orang serta menginfeksi hampir 10.000 di lebih dari selusin negara di dunia.

Dalam studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, periset Jerman memvisualisasikan empat rekanan usaha yang terinfeksi lewat transmisi tanpa ada tanda-tanda. Spesialis penyakit menyebar serta penulis penting makalah itu, Dr Camilla Rothe menjelaskan, rantai penyebaran diawali pada 16 Januari saat seorang wanita di Shanghai melayani orang tuanya untuk kunjungan akhir minggu. Orangtua itu sudah bertandang ke Wuhan, pusat penebaran virus korona. Mereka sehat sepanjang kunjungan mereka dengan putri mereka tapi selanjutnya didiagnosis mempunyai virus corona. Tiga hari selanjutnya, pada 19 Januari, wanita itu tinggalkan Shanghai serta terbang ke Jerman. Di hari Senin, Selasa, serta Rabu, dia membuat rangkaian lokakarya dengan karyawan perusahaan penyuplai onderdil di luar Munich. Berdasar laporan New England Journal, wanita itu sehat sepanjang lokakarya, tidak memperlihatkan pertanda penyakit. Pada 22 Januari, wanita itu terbang kembali pada China serta jatuh sakit di pesawat. Ia didiagnosis terinfeksi virus serta memberitahu perusahaan, tapi waktu itu telah telat. Pada 24 Januari, dua hari sesudah wanita Shanghai pulang, dua karyawan Jerman yang hadiri bengkelnya juga jatuh sakit.

Tidak satu juga dari mereka yang sakit awalnya. Orang pertama berumur 33 tahun yang sehat, alami demam 102,4 derajat serta merasakan sakit sepanjang beberapa waktu sesudahnya. “Ia tinggal dalam tempat tidur sepanjang akhir minggu, tapi hari Senin ia merasakan baik-baik saja,” papar Rothe. Orang ke-2 rasakan sakit tenggorokan mudah serta batuk minimum. “Ia dengan klinis tidak fantastis,” lanjut ia. Selanjutnya pada 26 Januari, hampir satu minggu sesudah wanita Shanghai menginfeksi ke-2 pria ini di bengkel, dua karyawan jatuh sakit. Karyawan ini belum hadiri lokakarya, tapi mereka sudah habiskan waktu dengan pasien Jerman pertama sebelum ia memperlihatkan tanda-tanda apa saja. Ke-2 pasien itu sakit mudah dengan sakit tenggorokan mudah serta batuk. Ke empat karyawan ini selanjutnya dipastikan positif mempunyai virus corona Wuhan. Mereka tinggal di rumah sakit bukan lantaran sakit, tapi untuk meredam penebaran virus. Webasto, satu perusahaan penyuplai mobil Jerman, mempublikasikan tayangan wartawan di situs websitenya mengenai infeksi itu. Perusahaan sesaat tutup fasilitasnya di Stockdorf, Jerman, serta menggagalkan perjalanan usaha ke China minimal untuk dua minggu ke depan.

Virus Corona dari Wuhan Bisa Menular Melalui Tinja, Ini Kata Tim Medis!

Image result for coronavirus"

Beberapa ilmuwan di Cina katakan langkah lain yang sangat mungkin penyebaran virus corona tipe baru, yakni melalui kotoran manusia.

Virus yang sudah merenggut nyawa lebih dari 360 orang di Cina ini didapati bisa disebarkan lewat skema pencernaan serta lewat kotoran manusia, demikian berdasar laporan beberapa ilmuwan yang diambil oleh kantor berita Cina, Xinhua.

Ini bermakna jika virus corona tipe baru (2019-nCoV) bisa menginfeksi badan manusia lewat rute feses-oral, yakni patogen keluar bersama dengan kotoran serta masuk ke mulut orang lain. Ini kemungkinan berlangsung sebab jeleknya kebersihan, minimnya sarana sanitasi, tercemarnya tanah serta air dengan materi tinja atau lewat kerancuan makanan.

Beberapa pakar dari Rumah Sakit Renmin di Kampus Wuhan serta Institut Virologi Wuhan pada Akademi Pengetahuan Pengetahuan Cina memerhatikan jika tanda-tanda awal beberapa pasien yang terinfeksi virus corona ialah diare, bukan demam seperti yang biasanya berlangsung.

Team periset temukan terdapatnya asam nukleat virus corona di tinja serta rektum pasien. Mereka yakin jika virus corona tipe baru ini mempunyai peluang langkah penyebaran lewat feses-oral tidak hanya melalui cairan serta kontak badan.

Menebar secara cepat

Virus corona tipe baru disampaikan bermula dari pasar yang jual hasil laut fresh di Wuhan di akhir tahun kemarin. Sampai Minggu (02/02) Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, sudah mengkonfirmasi masalah pasien terinfeksi virus ini sekitar 14.557 orang, dengan sekitar 14.411 masalah salah satunya diketemukan di Cina.

Sampai hari Minggu, beberapa negara di Asia yang sudah terkonfimasi terdapatnya masalah virus corona diantaranya yakni Jepang (20 masalah), Thailand (19 masalah), Singapura (18), Korea Selatan (15), Malaysia (8) serta Vietnam (7). Di Australia ada 12 masalah serta Amerika Serikat 8 masalah. Sedang di Eropa, minimal 8 masalah virus corona diketemukan di Jerman serta 6 di Prancis.

Data WHO mengatakan jika sejumlah besar dari mereka yang terinfeksi datang dari Wuhan atau pernah melancong ke Wuhan.

Pada wabah yang dikarenakan oleh virus corona tipe lain, seperti wabah sindrom pernafasan kronis timur tengah atau MERS serta SARS, penyebaran dari manusia ke manusia berlangsung lewat cairan badan serta kontak. WHO juga memprediksi langkah penyebaran virus corona 2019-nCoV hampir sama.

Tidak hanya teratur membersihkan tangan, WHO merekomendasikan publik untuk menghindarkan kontak langsung dengan orang yang menanggung derita infeksi pernafasan kronis dan menghindarkan kontak langsung dengan hewan ternak serta satwa liar.

Waspada, Virus Corona Kini Ditemukan Juga di Feses

Image result for coronavirus"

Sejak ada akhir Desember 2019 lantas, wabah virus corona makin menebar. Bukan sekedar pada aliran pernafasan, untuk kali pertamanya 2019-nCov diketemukan di feses pria berumur 35 tahun, yang dirawat di Pusat Medis Regional Providence Everett di Washington.
Awalnya, ini nyatanya telah ditelaah oleh beberapa ilmuwan. Mereka memprediksi, virus corona sama juga dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang bisa diketemukan di usus atau aliran pencernaan.

“Virus SARS serta corona saling mengikat reseptor protein pada tubuh. Itu berlangsung dikeluarkan lewat paru-paru serta usus. Itu penyebabnya ke-2 organ itu dapat menebarkan virus itu,” kata Fang Li, seorang profesor pengetahuan kedokteran hewan serta biomedis di Kampus Minnesota yang diambil dari Bloomberg.
John Nicholls profesor patologi klinis di Kampus Hong Kong memprediksi penebaran virus corona lewat feses ini dikarenakan oleh toilet di China, yang biasanya tidak mempunyai penutup.

“Disamping itu, juga bisa menyebar dari rutinitas tidak membersihkan tangan dengan air serta sabun sesudah keluar dari kamar mandi,” kata Nicholls.

Menyikapi ini, wakil direktur jenderal Pusat Pengaturan serta Mencegah Penyakit China, Zi Jian Feng mengutarakan ada banyak masalah virus corona yang tidak menampakan tanda-tanda ciri khas. Gejalanya seperti demam, batuk, serta pneumonia.

“Konsentrasi awal untuk mengetahui pasien virus ini dengan demam serta pneumonia. Tetapi, kami saat ini pahami, jika ada banyak pasien yang kemungkinan alami tanda-tanda (virus) gastrointestinal sampai diare,” tuturnya.

Scott Lindquist, pakar epidemiologi negara untuk penyakit menyebar di Departemen Kesehatan Washington menjelaskan, ini jadi penemuan baru yang benar-benar menarik serta meningkatkan pengetahuan mengenai virus corona.

Waduh, Kematian Akibat Virus Corona Baru Lampaui SARS

Image result for coronavirus wuhan"

Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat pada Senin (3/2), jumlahnya infeksi dalam wabah virus corona baru (2019-nCoV) sudah melalui angka 17.200 dengan nasional dengan sekitar 2.829 masalah baru di konfirmasi. Jumlahnya kematian sebab virus itu di Cina sampai 361 orang, yang melebihi kematian karena wabah SARS-CoV pada 2002-2003 yang lalu sekitar 345 orang.

Dalam laporan harian, komisi itu menjelaskan, ada 57 kematian baru karena virus. Kematian bertopang di Propinsi Hubei yang paling kronis terserang efeknya. Sedang satu kematian yang lain disampaikan di megalopolis barat daya Cina, Chongqing.

Dikutip Kanal News Asia, keseluruhan kematian karena virus corona baru dengan nasional Cina jadi 361. Kematian paling baru ada satu hari sesudah Cina menetapkan karatina di kota besar yang jauh dari pusat wabah.

Berusaha meredam virus, faksi berkuasa juga ambil aksi di kota timur Wenzhou. Pemerintah tutup jalan serta batasi orang ke luar atau masuk ke rumah mereka. Wenzhou memiliki jarak seputar 800 km. dari Wuhan, kota metropolitan di jantung genting kesehatan.

Beberapa negara G7, seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, serta Amerika Serikat memverifikasi masalah virus corona sudah merasuki beberapa negara itu. Semua negara itu disampaikan akan mengulas respon bersama dengan menyinggung virus. Sejumlah besar infeksi di luar negeri sudah terdeteksi pada seorang yang lakukan perjalanan dari Wuhan, pusat industri dengan 11 juta orang di Propinsi Hubei.

Di Thailand, 19 masalah telah di konfirmasi. Beberapa dokter menjelaskan, seorang pasien Tionghoa lansia yang diobati dengan kombinasi flu serta obat-obatan HIV sudah memperlihatkan penambahan menegangkan serta dites negatif pada virus 48 jam setelah itu.

Selain itu, pria yang wafat di Filipina berumur 44 tahun dari Wuhan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengatakan epidemi itu jadi genting kesehatan global.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, Amerika Serikat (AS) sudah membuat serta menebarkan ketakutan berkaitan wabah corona. AS malah lakukan hal yang dipandang tidak pantas daripada tawarkan pertolongan relevan untuk menangani permasalahan itu.

“Semua yang sudah dikerjakan cuma bisa membuat serta menebarkan ketakutan, yang disebut contoh jelek,” kata jubir Kementerian Luar Negeri RRC Hua Chunying, tempo hari.

Hua menerangkan, AS ialah negara pertama yang merekomendasikan penarikan beberapa staf kedutaannya dari Cina. Negara itu yang pertama menetapkan larangan perjalanan buat beberapa pelancong Cina.

Dengan beberapa bukti itu, Cina percaya AS menebarkan ketakutan ke negara serta daerah lain di penjuru dunia atas wabah itu. Hua menjelaskan, Cina mengharap beberapa negara lain akan membuat penilaian serta respon yang logis, tenang, serta berdasar pada ilmu dan pengetahuan.

Cek Mitos dan Fakta tentang Virus Corona

Image result for coronavirus"

Virus 2019-nCov (Novel Corona Virus), tipe baru coronavirus atau yang lebih populer diketahui dengan virus Corona, sekarang jadi wabah yang menakutkan warga dunia, terhitung Indonesia. Beberapa orang juga cari tahu apakah itu virus Corona serta bagaimana dapat menginfeksi manusia.

Bersamaan keingintahuan yang demikian besar, ada juga beberapa mitos atau info menyimpang (hoax) sekitar virus yang pertama-tama diketemukan di Kota Wuhan, Propinsi Hubei, China, itu. Mitos khususnya berkaitan dengan asal virus, tanda-tanda klinis virus, dan langkah menangani atau mengobatinya. (Simak juga; Pasien yang Diisolasi di RSUD Waled Cirebon Negatif Corona)

Akademisi sekaligus juga Pegiat Klinis Ari F Syam memaparkan beberapa mitos atau info hoax mengenai virus Corona, yakni:

  1. Virus dapat menyebar lewat buah import.
  2. Virus dapat menyebar lewat udara di ruangan terbuka.
  3. Virus tidak dapat menyebar di udara tropik.
  4. Video beberapa korban yang mendadak jatuh tidak sadarkan diri di jalan.
  5. Virus dapat disebarkan lewat pandangan mata.
  6. Virus dapat disebarkan lewat signal telephone.
  7. Video yang memperlihatkan orang tertular sesudah makan sup kelelawar.
  8. Minum alkohol dapat mengobati infeksi virus corona.
  9. Mengonsumsi bawang putih dapat mengobati infeksi virus corona.
    10.Virus menyebar karena kebocoran laboratorium di Wuhan.

Ari menjelaskan bukti yang benar tentang virus Corona, yakni:

  1. Dapat menyebar antarmanusia, tapi penyebaran lewat kontak langsung dari batuk atau bersin.
  2. Ketahanan badan yang baik dapat menahan kita dari virus corona.
  3. Dengan memakai alat pelindung diri yang baik, team medis bisa terlepas dari penyebaran infeksi.
  4. Waktu inkubasi 14 hari, jadi bisa tanda-tanda klinis virus ada selanjutnya walaupun selamat thermal scanner.
  5. Tanda-tanda awal tidak detil.
  6. Pasien yang terinfeksi virus corona dapat pulih.
  7. Infeksi bisa tentang semua usia.
  8. Pada udara terbuka virus dapat mati dengan alkohol.
  9. Tidak semua pasien dengan infeksi ini alami tidak berhasil napas serta wafat.

Jadi penambahan info, sampai Senin (3/2/2020) pagi, terdata telah ada 17.190 masalah infeksi virus corona di China serta beberapa ratus masalah lain di 26 negara

Virus Corona, Akibat Habitat Satwa Liar Terus Digusur, Benarkah?

Image result for kalelawar"

Keseluruhan korban jiwa karena wabah virus corona sudah sampai minimal 425 orang di China serta belasan ribu yang terinfeksi sampai 3 Februari 2020 semenjak pertama-tama disampaikan pada Desember 2019. Beberapa ahli penyakit serta memproyeksikan ada peluang 75.000 atau lebih masalah aktual karena wabah virus ini sebab peluang kurang akuratnya perhitungan dari beberapa daerah khusus di Cina.

Di Cina kemungkinan ada gua sebagai sumber virus corona tipe baru, yang sudah merenggut beberapa ratus nyawa serta menggelisahkan beberapa penjuru dunia. Peter Daszak, seorang pakar ekologi penyakit di EcoHealth Alliance, kemungkinan memahami masalah ini.

Dia serta teamnya sudah berkelana ke gua-gua di Cina serta penjuru dunia untuk cari kelelawar serta patogen yang dihantarkan satwa liar ini.

“Kami masuk ke gua-gua, bukan sekedar berjalan masuk. Kami kenakan pelindung semua badan, masker pernafasan, sarung tangan, serta semua perlengkapan yang pas,” papar Daszak.

Apa yang Daszak serta ilmuwan lain di penjuru dunia simpulkan ialah jika cepatnya penebaran pemukiman manusia di wilayah yang dahulu terpencil sudah membuat manusia makin dekat sama hewan-hewan pembawa virus. Makin banyak manusia yang berjumpa dengan makin banyak hewan pembawa penyakit ialah satu wadah peleburan virus yang prima.

“Seiring dengan bertambahnya populasi manusia, jumlahnya momen itu bertambah dengan eksponensial. Ini ialah produk langsung dari kegiatan manusia. Serta ini ialah penghitungan matematika yang simpel jika akan ada makin banyak wabah seperti virus corona baru di waktu depan,” terangnya.

Pusat Pengaturan serta Mencegah Penyakit (CDC) Amerika Serikat memprediksi jika tiga dari tiap empat penyakit menyebar yang ada pada manusia pertama-tama datang dari hewan. Selain itu, kelelawar memiliki kandungan pembagian paling tinggi dari virus mamalia yang condong menginfeksi manusia, menurut riset yang diedarkan pada 2017 oleh Daszak dalam jurnal ilmiah Nature.

“Saya mempunyai kepercayaan 90 % jika itu ialah virus yang disebarkan kelelawar,” tutur Linfa Wang, yang mengepalai program penyakit menyebar di Duke-National University of Singapore Medical School.

Wang sudah pelajari asal mula kelelawar atas virus manusia sepanjang beberapa dekade. Salah satunya koleganya di Institut Virologi Wuhan temukan jika virus corona tipe baru lebih dari 96 % sama dengan genetik dengan virus kelelawar dari propinsi Yunnan di Cina Selatan, berdasar laporan yang diedarkan dalam jurnal Nature pada Senin.

Studi itu temukan jika virus corona baru ini masih kerabat dengan virus pemicu SARS. SARS, atau Sindrom Pernafasan Kronis Kronis, dikarenakan oleh virus corona lain yang tewaskan lebih dari 800 orang di penjuru dunia pada 2003-2004.

Virus corona tipe baru bajak reseptor yang sama pada beberapa sel paru-paru yang dipakai virus pemicu SARS untuk tembus beberapa sel jauh di paru-paru. Tepatnya bagaimana virus corona tipe baru itu sudah menempa Cina dengan membuat lompatan dari hewan ke manusia masih jadi misteri.

Tetapi, beberapa ilmuwan menjelaskan ini berkaitan erat dengan ekspansi di perkotaan yang tidak termonitor serta pasar dengan udara yang terbuka di Cina.

“Hewan-hewan ini hidup,” tutur Christian Walzer, direktur eksekutif untuk kesehatan di Wildlife Conservation Society. “Anda akan lihat seekor burung di atas babi lokal, serta Anda mungkin saja lihat ular serta kelelawar, semua ditumpuk bersama di kandang berkawat. Cairan serta sekresi yang sarat virus bisa bersatu, menolong membuat virus baru, khususnya saat hewan disembelih pas di muka konsumen setia.”

Sekarang, dengan meledaknya populasi manusia serta akses untuk maskapai penerbangan murah serta kereta cepat, virus kelelawar dari kedalaman rimba bisa menebar ke tiap pojok dunia cuma dalam hitungan hari. Lebih dari 49 dari 99 pasien terinfeksi virus corona baru pada periode awal wabah berkaitan dengan satu pasar di Wuhan. Pasar ini jual hewan-hewan liar serta saat ini telah ditutup.

Wildlife Conservation Society mengatakan larangan terdapatnya pasar jenis itu di semua Asia. Menurut Walzer, bila beberapa pasar itu tidak ditutup, virus baru yang mematikan akan ada tiap beberapa waktu.

Sepanjang tahun, riset tentang virus corona dilihat tertinggal. Wabah SARS hampir dua dekade lantas mendadak membalikkan keadaan.

Pandemi SARS menolong menggerakkan penelusuran di penjuru dunia untuk virus lain yang bisa menyebar ke manusia sesudah kontak dengan kotoran, air liur, atau lendir hewan. Riset ini sering ke arah pada kelelawar yang terinfeksi jadi sumbernya.

Salah satunya panduan awal peranan kelelawar datang dari wabah virus Nipah yang menginfeksi otak di Malaysia pada 1998 yang tewaskan lebih dari 100 orang. Nyatanya kelelawar pemakan buah-buahan yang bawa virus itu mengonsumsi mangga yang menggantung di atas kandang babi, menurut EcoHealth Alliance.

Nampaknya kelelawar menjatuhkan buah ke kandang serta menginfeksi babi yang selanjutnya melanjutkan patogen ini pada manusia. Sampai sekarang, beberapa periset sudah mengenali minimal 200 virus corona pada kelelawar di penjuru dunia, menurut satu pantauan paling baru dalam jurnal Virus.

Dalam studi lain, beberapa periset dari Kampus Columbia di Amerika Serikat serta yang lain temukan 12 virus corona baru dalam 606 sampel kelelawar di Meksiko. Menariknya, sebab kekhasan dalam skema kebal badan mereka, kelelawar tidak menanggung derita sakit dari segudang virus yang mereka taruh.

Waspada, Kelelawar Buah di Manado dan Bogor Jadi Sumber Coronavirus

Image result for kalelawar"

Beberapa periset dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Research Center for Zoonosis Control (RCZC), Kampus Hokkaido, Jepang rupanya pernah temukan Coronavirus pada kelelawar buah di minimal enam wilayah di Indonesia.

Agus Setiyono, guru besar bagian patologi IPB pada Di antara menjelaskan jika teamnya temukan enam virus, terhitung Coronavirus pada kelelawar buah di enam wilayah di Tanah Air saat lakukan riset di periode 2010 – 2015.

Tidak hanya Coronavirus, lima virus lain yang diketemukan ialah bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, serta gammaherpesvirus. Studi-studi itu diterbitkan di antara tahun 2012 – 2018.

Agus menjelaskan team periset temukan virus-virus itu pada sampel kelelawar yang diambil dari Bukittinggi, Sumatera Barat; Bogor serta Panjalu, Jawa Barat; Gorontalo di Propinsi Gorontalo; Manado di Sulawesi Utara; serta Soppeng di Sulawesi Selatan.

“Ke enam virus itu mempunyai potensi memunculkan zoonosis,” kata Agus Setiyono, pakar patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang terjebak dalam riset itu, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (3/2/2020).

Zoonosis ialah penyakit yang dikarenakan oleh bakteri atau virus pada binatang serta dapat menulari manusia atau sebaliknya. Salah satunya misalnya ialah virus Corona yang datang dari Wuhan, China yang sekarang sedang mewabah.

“Dari enam itu semua mempunyai potensi (zoonosis). Cuma kami belum mengetahui bila di manusia ekspresi atau bentuk penyakit seperti apa,” lanjut Agus.

Kelelawar Buah Kebal

Khasnya kelelawar buah sendiri kebal pada virus-virus yang diinanginya. Dia mempunyai skema kebal badan yang unik membuat mereka tidak menanggung derita sakit walau tubuhnya memiliki kandungan beberapa virus beresiko buat manusia.

“Jadi mereka memiliki kandungan virus itu atau di tubuhnya ada agen pemicu penyakit, tetapi kelelawar tidak sakit. Kejadian ini yang unik. Umumnya jika ada agen pemicu penyakit masuk ke pada tubuh, karena itu hewannya sakit,” kata Agus.

Walau sebenarnya, bila virus itu beralih ke manusia seperti virus corona bisa menyerang skema pernafasan seperti 2019 novel coronavirus (2019- nCoV) yang sedang mewabah di Wuhan, China sekarang.

Dalam riset itu, Agus dkk ambil sampel dari organ internal serta feses kelelawar buah. Virus-virus itu diketemukan di ginjal serta limpa, yang tidak berkaitan dengan skema pernafasan.

Dari penemuan itu, sangkaan sesaat team periset ialah virus yang ada pada kelelawar hidup dalam sel pertahanan atau skema imun hewan itu.

“Umumnya jika ada benda asing, sel makrofag itu akan menepis, akan merusak benda asing itu. Tetapi saat benda asing itu berada di dalam sel makrofag sendiri, sel itu tidak bisa mengetahui,” katanya.

Sangkaan sesaat, kata Agus, virus yang tinggal di sel imun itu akan beralih ke sel baru yang terus berkembang waktu hewan konsumsi makanannya. Hal tersebut disangka membuat tidak ada masalah yang tampil di kelelawar buah.

Waspada, Ada Malware pada Informasi Virus Corona

Image result for malware"

Sepanjang wabah virus corona, beberapa info kesehatan menyebar di media sosial. Sebaran itu disebut bawa malware pada link bila di-click.

Ini disampaikan oleh team keamanan siber Kaspersky. Team ini temukan ada penyusupan malware dalam sebaran info tentang virus corona.

“Coronavirus, yang sedang diulas dengan luas jadi berita penting, sudah dipakai jadi umpan oleh beberapa aktor kejahatan siber,” jelas analis malware Kaspersky, Anton Ivanov dinukil dari Tirto.

Malware ini membuat peretas dapat terhubung piranti pemakai. Tidak itu saja, peretas dapat juga memblok piranti, mengambil data serta cyber crime lain, baik di hp atau computer.

“Sejauh ini kami cuma lihat beberapa 10 file unik, tapi sebab kegiatan demikian sering berlangsung dengan tema terkenal pada media, karena itu kami memprediksi cenderung ini bertambah,” lanjut Anton.

Salah satunya langkah agar malware tidak masuk piranti yaitu dengan menghindarkan tautan meresahkan. Khususnya bila tautan itu diiming-imingi content mengenai virus corona yang exclusive.

“Lihatlah ekstensi file yang didownload. Dokumen serta file video sebaiknya tidak dibikin dalam format .exe atau .lnk,” imbuhnya.

Ada banyak file berkaitan coronavirus yang sukses dideteksi Kaspersky. Berikut nama-namanya:

VBS.Dinihou.r
Python.Agent.c
UDS:DangerousObject.Multi.Generic
WinLNK.Agent.gg
WinLNK.Agent.ew
HEUR:Trojan.WinLNK.Agent.gen
HEUR:Trojan.PDF.Badur.b
“Ketika warga masih mempunyai kecemasan akan kesehatan mereka, kita kemungkinan lihat makin banyak malware yang tersembunyi di dokumen palsu mengenai penebaran virus corona,

Design a site like this with WordPress.com
Get started