
Penebaran virus corona atau COVID-19 semakin makin bertambah dari sekian waktu. Data Johns Hopkins CSSE mencatat pagi hari ini, Sabtu (15/2/2020), jumlahnya orang yang terjangkit penebaran virus corona jadi 66.920 masalah. Dari jumlahnya ini tertera sekitar 1.523 orang wafat.
Tetapi, berita baiknya, yang sukses pulih dari virus ini sekitar 8.059 jiwa. Mengenai sebagian besar yang terjangkit virus ini datang dari China yaitu sekitar 66.325 orang, dengan jumlahnya korban meninggal di China 1.457 orang, serta 4.774 yang sukses pulih spesial di China daratan ini.
Setelah itu ada dari Singapura yang terjangkit sekitar 67 orang, Hong Kong 56 orang, Thailand 33 orang, Jepang 29 orang serta Korea Selatan 28 orang. Selanjutnya, Malaysia 19 orang, Taiwan 18 orang, Jerman 16 orang, Vietnam 16, Australia 15, AS 15 orang, Francis 11 orang, Macau 10 orang, Inggris 9 orang, UAE 8 orang, Kanada 7 orang, Italia 3 orang, India 3 orang, Rusia 2 orang, Spanyol 2 orang.
Lantas, Nepal, Kamboja, Belgia, Finlandia, Swedia, Mesir serta Sri Lanka semasing 1 orang yang terjangkit.
Spesial untuk Indonesia, belum diketemukan satu juga orang di negeri yang terjangkit virus corona. Sekitar 285 orang yang jalani pemantauan di Natuna, Kepulauan Riau, juga dipastikan dalam keadaan sehat serta siap kembali bergabung bersama dengan keluarga.
Mereka sudah jalani waktu pemantauan sepanjang 14 hari di Natuna yang mana hal itu sesuai protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Demikian dikatakan Presiden Joko Widodo di celah kunjungan kerja di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020).
“Itu proses protokol kesehatan dari WHO yang kita turuti dengan ketat. Karantina di Natuna ketat dipantau, dilihat harian. Saat ini telah 14 hari, memang protokolnya semacam itu,” tutur Jokowi.
Penyakit COVID-19 dengan virus namanya SARS-CoV-2 sendiri telah menghantui dunia semenjak Desember 2019. Penebaran pertama-tama datang dari Wuhan, Propinsi Hubei, China serta menyebar ke penjuru dunia.
Tetapi menurut analisa S&P Global, wabah virus corona ini direncanakan akan selesai pada April 2020. Beberapa analis lain memprediksi skenario terburuknya virus ini akan selesai pada bulan Mei 2020.
Penyakit COVID-19 sendiri ialah kelompok virus yang dapat menginfeksi skema pernafasan. Pada banyak masalah, virus ini cuma membuat infeksi pernafasan mudah, seperti flu. Tetapi, virus ini dapat juga membuat infeksi pernafasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), serta Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Sekarang memang belumlah ada vaksin untuk menahan infeksi 2019-nCoV atau virus corona. Tetapi World Health Organisation (WHO) mereferensikan supaya seharusnya bertindak mencegah simpel untuk kurangi penyebaran virus. Selain itu, Tubuh PBB merekomendasikan supaya kebanyakan orang untuk lakukan hal berikut:
-Sering-seringlah membersihkan tangan mereka dengan gosok berbasiskan alkohol atau air hangat serta sabun.
-Tutupi mulut serta hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk waktu bersin atau batuk.
-Hindari kontak dekat sama siapa juga yang menanggung derita demam atau batuk.
-Cari pertolongan medis awal bila demam, batuk serta kesusahan bernapas, serta bagi kisah perjalanan dengan penyuplai service kesehatan.
-Hindari kontak langsung serta tanpa ada perlindungan dengan hewan hidup serta permukaan yang bersentuhan dengan hewan saat berkunjung ke pasar langsung di wilayah yang terserang efek.
-Hindari makan produk hewani mentah atau kurang masak serta waspada waktu menggenggam daging mentah, susu, atau organ hewani untuk menghindarkan kerancuan silang dengan makanan mentah.