
Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pemerintahan tidak mau buka pariwisata Bali tiada batasan, ditambah masalah COVID-19 di Pulau Dewata terus bertambah.
“Saya berpikir kita tidak mau membuka wisatawan Bali itu langsung tiada batasan. Barusan saya baru saja telephone dengan Gubernur Bali, maka memang kita akan awasi,” tuturnya dalam temu wartawan virtual perlakuan COVID-19.
Luhut yang memegang untuk Wakil Ketua Komite Kebijaksanaan Pengaturan COVID-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) menjelaskan limitasi yang dilaksanakan itu contohnya dengan mewajibkan pengunjung Bali yang memakai mobil untuk dapat lakukan rapid tes antigen.
“Contoh dari Jakarta, saat ini mobil yang masuk harus bisa rapid tes antigen bikinan dalam negeri hingga industri jalan juga. Jika itu kita lakukan, kelak saya berpikir akan kurangi penebaran itu,” tuturnya seperti diambil dari Di antara.
Bali jadi salah satunya propinsi penyumbang masalah paling besar COVID-19, di mana Luhut diharap untuk lakukan pemantauan ketat dalam perlakuan penebarannya. Kecuali Bali, ada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara serta Papua yang menjadi daerah konsentrasi perlakuan COVID-19.
Susul usaha untuk mendesak masalah COVID-19 di propinsi itu, pemerintahan akan mengaplikasikan prosedur kesehatan dengan ketat serta batasi beberapa pekerjaan warga walau tidak seekstrem awalnya supaya ekonomi terus dapat berputar-putar.
“Saat ini di Bali itu acara keagamaan dikurangi, sesajen itu sesaat dikurangi, perkantoran dikurangi. Wisatawan juga sesaat 2 minggu ini cukup mereka turunkan, kemungkinan tidak ditutup sama seperti yang lalu (keseluruhan) hingga ekonomi masih bergerak,” tuturnya.
Pembaruan Manajemen Rumah Sakit
Di lain sisi, pemerintahan akan menggerakkan pembaruan manajemen di dalam rumah sakit, termasuk juga manajemen Intensive Care Unit (ICU) hingga tingkat kematian dapat didesak. Begitupun tingkat kesembuhan dapat bertambah seperti perintah Presiden Jokowi.
“Barusan baru disampaikan oleh Gubernur, (tingkat kesembuhan) bertambah tajam semenjak itu (limitasi pekerjaan) dilaksanakan,” tuturnya.
Awalnya, pariwisata Bali sudah dibuka untuk pelancong lokal semenjak 31 Juli kemarin.