
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyanggah sembunyikan masalah orang yang positif terinfeksi virus corona tipe baru (2019-nCoV) di Indonesia. Ditambah lagi, sembunyikan masalah malah membuat virus makin gampang menyebar.
“Siapa yang menyembunyikan (masalah orang positif terinfeksi virus corona)?jika kami menyembunyikan karena itu penebaran akan berlangsung serta tidak berhenti,” tutur Direktur Mencegah serta Pengaturan Penyakit Menyebar Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu waktu didapati selesai pertemuan wartawan up-date persiapan tiga rumah sakit dalam perlakuan virus, di Kemenkes, di Jakarta.
Wiendra tidak ingin memusingkan dengan tuduhan warganet yang menyebutkan pemerintah sembunyikan masalah positif infeksi virus corona. Dia memperjelas, sebenarnya Kemenkes serta seluruh pihak tentu tidak mau virus ini menebar.
Lebih, menurut Wiendra, demikian organisasi kesehatan dunia (WHO) memutuskan status genting kesehatan global (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) 2019-nCoV, karena itu negara harus memberikan laporan bila berlangsung masalah. Berarti, memberikan laporan masalah terinfeksi virus adalah sisi dari kesiagaan negara.
“Itu kesiagaan negara. Ditambah lagi jika kami menyembunyikan karena itu kelak kita di ban beberapa negara lain,” katanya.
Dalam tempat yang sama, Kepala Pusat Riset serta Peningkatan Biomedis serta Tehnologi Fundamen Kesehatan Tubuh Litbang Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes Vivi Setiawaty akui faksinya dapat lakukan kontrol virus sebab sudah mempunyai kit pengujian virus. Dia mengklaim kit ini sudah mencukupi serta penuhi standard keamanan sesuai dasar langkah pemakaian menurut organisasi kesehatan dunia (WHO).
“Sampai ini hari yang kami sudah check 30 orang serta semua negatif (terinfeksi virus novel corona),” katanya.