
Instansi riset China yang diurus pemerintah sudah ajukan izin paten atas pemakaian obat antivirus bikinan Gilead Sciences AS. Menurut beberapa ilmuwan, obat itu bisa dipakai untuk virus corona yang sudah membunuh beberapa ratus orang serta menginfeksi beberapa ribu orang yang lain.
Institut Virologi Wuhan dari Akademi Pengetahuan Pengetahuan China yang berpusat di kota Wuhan mengatakan paten itu akan dipakai untuk Remdesivir, obat antivirus yang ditingkatkan oleh Gilead untuk menyembuhkan virus. Satu riset yang diedarkan dalam New England Journal of Medicine minggu lantas memberikan laporan seorang pasien coronavirus di Amerika Serikat memperlihatkan penambahan kesehatan sesudah memakai Remdesivir. Obat itu dipakai untuk menyembuhkan penyakit menyebar seperti Ebola.
“Sekalinya permintaan Institut Wuhan mendapatkan izin, peranannya benar-benar terbatas sebab Gilead masih mempunyai paten fundamen obat itu. Tiap pemakaian paten harus minta kesepakatan dari Gilead,” kata Zhao Youbin, penasihat kekayaan cendekiawan yang berbasiskan di Shanghai di Purplevine IP Service Co.
Gilead tidak selekasnya menyikapi keinginan komentar. Tetapi, minggu lantas menjelaskan faksinya kerja dengan China untuk mengetes Remdesivir pada sebagian kecil pasien yang terserang virus corona.
Permintaan paten itu diserahkan dengan Institut Kedokteran Militer Akademi Pengetahuan Militer Tentara Pembebasan Rakyat, menurut Institut Virologi Wuhan. Beberapa ilmuwan dari ke-2 instansi menjelaskan dalam satu makalah yang diedarkan di Nature’s Cell Research jika mereka temukan Remdesivir serta Chloroquine yang dipakai untuk menyembuhkan malaria serta jadi langkah yang efisien untuk menghalangi virus corona.
Laboratorium yang berbasiskan di Wuhan menjelaskan dalam pengakuannya jika aplikasi paten diserahkan pada (21/1) mempunyai tujuan membuat perlindungan kebutuhan nasional China. Tetapi, faksinya menjelaskan dapat menggagalkan permintaan paten bila ada kesempatan bekerja bersama dengan perusahaan farmasi asing untuk melawan epidemi.